0

[REVIEW] Mineral Botanica BB Cream – Natural

Hello August and welcome to thinywithbeauty! Ada yang ngerasa sudah musim pancaroba? Siang hari menjadi terasa panjang dengan ditandai panas menyengat hingga sore hari dan malam yang dingin menusuk sampai-sampai tengah malam anginnya kencang banget? Nah itulah kira-kira tandanya. Selalu jaga kesehatan ya…apalagi debu-debu yang beterbangan saat jalanan penuh kendaraan. Kali ini saya mau coba produk lokal aseli buatan kota kembang alias Bandoeng (which is make me surprise when know it). Suka banget ama packagingnya mengingatkan saya sama The Body Shop, ya sejenis creulty free gitu (waktu tau brand ini dari Female Daily dan introduce one by one produknya), apalagi mereka adalah satu-satunya brand lokal yang bikin cushion lho jadi tambah penasaran nih. Satu lagi sih produknya yang bikin penasaran yaitu brush set-nya yang mengingatkan saya dengan Eco Tools. Berhubung saya beli yang seperlunya saat mau tampilan lebaran kemarin, saya beli ini dan micellar waternya.

 

Bentuknya mengingatkan saya sama Maybelline BB Cream, lumayan handy jadi cocok dibawa travelling. Untuk warna hanya tersedia 2 saja, natural dan beige. Agak susah mencari shadenya karena tidak tercantum ditube plastiknya langsung tapi stiker barcode plastik luar. Saat dikeluarkan lumayan padat tapi saat dibaurkan di wajah, sangat-sangat cair. Saking cairnya agak susah menyatu dengan wajah. Benar-benar aneh. BB Cream pertama yang menurut saya agak susah mengikuti warna wajah, ya cairannya seperti terpisah-pisah begitu. Perlu waktu yang agak lama buat meresap ke kulit dan menyesuaikannya dengan warna wajah. Hasilnya? Walau sebentar, kulit saya kelpliket (lengket), gampang terhapus, no oil control I assume. Daripada BB Cream lebih tepatnya saya menyebutnya CC Cream (mereka punya CC Cream lho, I wonder what exactly their cc cream product) karena ga ada perubahan apapun pada wajah saya (atau mungkin warna kulit saya yang keputihan?) sehingga ya musti ditutupi dengan concealer dan foundation. So I think it’s big no-no buat barang ini tapi ga menutup kemungkinan nyoba barang yang lain, terlebih lumayan mahal untuk 25ml (saya beli sekitar 50K waktu itu).

 

 

Packaging: 3/5

Contain/useful: 2/5

Price: $

0

[REVIEW] Dove Deep Pure Oil Control Facial Cleanser

Hello girls, kali ini produk yang saya coba adalah produk pembersih muka dari Dove. Awal kemunculan barang ini pas bulan ke-4 tahun 2017. Lagi-lagi nunggu diskonan supaya bisa terjangkau kebeli hahaha dan itu di mini market (pertamanya liat di etalase L**** Mart tapi lumayan harganya dibanding dengan saya yang dapatkan sekarang). Ada 3 varian kalau ga salah, yang biru untuk normal/sensitif, yang pink/peach untuk yang kering. Nah saya pilih yang hijau karena punya wajah kombi, oily-normal.

 

Suka sih sama packagingnya khas Dove kelihatan mewah. Baunya juga enak (tadinya berpikir wangi timun, ga tau pas dilihat bahannya ada kandungan coconut acid). Yang membedakan facial cleanser ini dengan yang lainnya adalah kandungan micro puffnya, berbeda dengan scrub mereka jauh lebih kecil jadi wajah jauh lebih bersih. Meski begitu teksturnya semi gel, jadi harus hati-hati saat mengeluarkan (ga perlu tenaga maksimal kayak kita ngeluarin isi odol).

Hasilnya? Sama seperti memakai Hada Labo Tamago hada facial foam, wajah jadi lembut, lembab, sedikit kenyal dan jauh lebih berkurang minyaknya. Oil controlnya juga bagus (ada lebih dari 5 jam). Diperhatikan lagi karena ada kandungan Nutrium Moisture Beauty Serum, bahan ini menyebabkan wajah menjadi lebih lembab. Purcahse? Oke banget apalagi kalau dibawa ke daerah panas pas lah dan yang pasti bye-bye buat sabun wajah ang bikin kering kerontak dan ketarik-tarik 😀

Packaging: 5/5

Contain/useful: 4.5/5

Price: $

 

0

[REVIEW] Bio Hair Tonik Rambut

 

Hampir sebulan ya ga pernah review dan setelah balik dari kampung halaman (bapak) akhirnya bisa nulis-nulis lagi, kangeeen banget! Habisnya di sana internetnya lelet (padahal nyolong dari bocoran hotspot cafe hahaha) kalau mau kencengan dikit musti main ke alun-alun which is keluar ongkos transport lagi kan sayang (maklum rumahnya sering ditinggal jadi keluar ongkos makan lagi. Berasa ngekos di 2 tempat ga sih?). Any way daripada pusing mikirin jaringan internet, kita bahas lagi dah apa-apa aja hasil rampokan dari sana. Maklum ya walau udah bawa alat perang makeup teteup aja ada yang berasa kurang (palagi saya baru dapat duit THR H-2 huiks T_T ), walau rame tetep aja dijabanin.

Kali ini saya mau bahas hair tonic (sebenarnya banyak hasil simpenan makeup/skincare yang dibahas, nanti saya posting satu-satu ya…nyicil ceritanya). Saya beli ini berdasarkan hasil review blogger lain yang merasa nasib rambutnya sama kayak saya, RONTOK. Ya semenjak pakai hijab, saya ga menyangka bakal dapat faktor menjengkelkan sekaligus nyusahin ini. Selain saya ga mempersiapkan dengan baik dalam berhijab seperti pakaian (ortu emang nyuruh tapi ga modalin anaknya buat punya pakaian panjang). Walau setiap kali panjang langsung potong rambut, hasilnya tetep sia-sia. Bahkan ketika mahasiswa keadaannya lebih parah. Dulu sih aman-aman berenang, mungkin karena saya berenang di pemandian air panas, kaporit serta panasnya air menyebabkan rambut saya kasar seperti sapu ijuk. Seketika saya stres bukan kepalang. Segala yang berbau anti-hair fall saya beli (shampoo, hair vitamin, kondisioner, hair tonic, dll.) tapi ga ada satupun yang merasa berkurang tingkat kerontokannya. Jadi stelah membaca review ini saya rasa ga ada salahnya mencoba.

 

Rata-rata hair tonic yang pernah saya pakai emang produk lokal mulai dari Neriel, Rudy Hadisuwarno, Natur, dan ini yang terbaru yang saya coba. Yang membedakan adalah ini produk organik atau natural. Baunya herbal jadi ga heran dah, ada yang bilang kayak jamu (oh iya saya beli yang wangi floral, ga tau apakah yang original baunya sama). Packagingnya cukup besar, warnanya kecoklatan seperti rebusan air daun sirih. Botolnya plastik (agak ringkih menurut saya), disini letak ketidak praktisannya. Mereka menggunakan corong kerucut pada penutupnya tetapi saat dicoba tidak keluar cairannya. Ternyata ada tutup sumbat yang terbuat dari gabus didalamnya saat dibuka dan diputar. Belum cukup sampai disitu, tutup kerucutnya pun disumbat pakai lilin jadi harus dilubangi manual seperti jarum agar lilinnya tergerus. Ya walaupun jadinya bagus, saat dituang cairan tidak kemana-mana.

Hasilnya bagaimana? Sudah sebulanan pakai dengan frekuensi pemakaian yang cukup banyak (saya baca ada yang pakai sehari 3 kali jadi dicoba, walau pass juga karena lupa) tapi belum ada perubahan signifikan. Perubahan hanya rambut bertambah panjang beberapa sentimeter, selebihnya masih RONTOK saudara-saudara. Kesimpulan? Not repurchase, selain karena mahal juga belum bisa mengurangi kerontokan rambut saya (yang tingkat parah ini, apa saya harus habisin rambut saya aka botakin rambut saya supaya sehat dan kembali normal seperti masa-masa kejayaan saya dulu? Pas jaman anak-anak maksudnya). Terlebih botolnya agak mengganggu, mungkin kalau kesenggol dikit dan lupa tutup kembali pakai sumbat saya jamin bakal bleber kemana-mana.

 

Packaging: 2/5

Contain/useful: 3/5

Price: $$

 

 

 

0

[REVIEW] BIORE UV Aqua Rich Watery Essence SPF 50+ PA++++ (2017 ver.)

Musim kemarau sudah dimulai! Bukan berarti batal puasa ditengah-tengah ya, kita musti kuat melakukannya (kecuali yang lagi period day ya..). Musim kemarau selain identik dengan puasa dan liburan sekolah, juga dengan matahari yang menyengat ga peduli daerah panas dan dingin. Juga ga ada pengecualian baik outdoor maupun indoor. Kenapa? Matahari juga bisa tembus melalui jendela tanpa harus merasakan panas di dalam ruangan. Terlebih ternyata tanpa sunscreen flek-flek hitam akan muncul diusia 30 tahun ke atas dan penuaan dini lainnya. Nah ga mau sampai terjadi dengan kalian kan?

 

 

 

Sunscreen yang satu ini memang hip banget di kalangan pecinta skincare dan di negeri asalnya sendiri, Jepang. Ngomong-ngomong kenapa ada embel-embel 2017 version? Rupanya formula-nya berubah selain memang menangkal sinar UV A/B ternyata mengklaim ditambah dengan sweatproof dan waterproof, jadi kalau keringatan ga gampang kehapus deh. Nah penasaran kan kayak gimana produk ini? Yuk kita bahas.

Waktu dapat barangnya sih untungnya ada keterangan bahasa Indonesia jadi memudahkan kita akan penjelasan produk ini (walau di tubenya pakai bahasa Jepang). Bentuknya tube, dengan tutup ulir. Warnanya sedikit kekuningan (karena mengandung ekstrak jeruk, tutti fruti, dan anggur), wanginya pun seperti jeruk. Saat dibaurkan, saya pikir bakalan thick sama saat seperti dikeluarkan (padahal kalau dipikir-pikir SPFnya cukup tinggi). Ga taunya hanya satu kali sapuan, krimnya menyerap cepat kewajah jadi saya harus keluarkan cukup banyak ke wajah, artinya ga lengket di wajah. Bisa dibilang menghemat waktu untuk ke tahap skincare selanjutnya. Bagaimana dengan hasilnya? Saya bagi 2 kejadian berbeda karena occasion atau keperluannya berbeda:

  1. Saat mengetes ketahanan keringat, saya ada berjalan kaki sepanjang 5km lebih. Waktu itu saya lagi puasa dan sore hari (sekitar jam 3 ke bawah) buat cari makan juga takjil (frekuensi 2 -3 jam di jalanan, ya saya jalan kaki jadi bayangin panasnya gimana). Ga nyangka sih sunscreen tersebut tetap keep padahal ga hanya udaranya, badan saya ikutan panas otomatis temperatur badan saya naik dong. Tapi sunscreen ini ga hilang saat menyeka keringat dekat ubun-ubun rambut jidat. Sweatproof test, success!
  2. Saat kebawa tidur setelah salat tarawih dan isya, saya ga merasa kepliket sama sekali padahal pemakaian dari pagi atau sore hari. Dipakai wudhu pun ga gampang bubar jadi kalau mau untuk menghilangkannya pakai facial wash. Padahal panas badan juga lagi naik saat dibawa tidur tapi wajah ga greasy sama sekali. Oil control & waterproof test, success!

Intinya saya cocok dengan produk ini. Saya dengar banyak banget yang kurang cocok sama Biore sunscreen karena mengandung alkohol yang tinggi. Jadi buat yang punya kulit sensitif harus hati-hati pakai ini (dalam beberapa kasus saya pernah baca ada yang dapat jerawat gede-gede, kemasukkan mata ga berhenti rasa perihnya, dll). Jadi kalau kalian kurang pasti mending liat review dari berbagai reviewer lain atau bisa melihat kandungan sunscreen di sini:

 

IMG_20170524_153344

 

Packaging: 4/5

Contain/useful: 5/5

Price: $$

 

0

[REVIEW] Hada Labo Perfect 3D Gel

Holy haul to Hada Labo! Selalu excited review brand satu ini, harga murah meriah tapi hasilnya ga murahan dengan teknologi asal negeri Sakura pula. Inget banget varian pertama yang dibeli itu Gokujyun Lotion (yang sayangnya saya berikan ke orang lain karena ga merasa ada efek apa-apa) dari situ jeda sekitar 5-6 tahun mencoba Hada Labo karena faktor tuntutan umur dan budget seadanya. Satu-satu saya coba dari facial washnya Tamago Hada Face Wash+Make up Remover, Alpha Gokujyun Trial Kit, Alpha Gokujyun Night Cream, sampai ini yang terbaru. Yuk kita review varian satu ini Hada Labo Perfect 3D Gel.

 

Untuk produk yang satu ini butuh effort yang luar biasa buat fotonya isi produk. Kenapa? Soalnya bening banget kalau di foto seperti ga keliatan jadi harus foto di lokasi yang bercahaya supaya menghasilkan efek bayangan yang bagus. Seperti produk jar Hada Labo lainnya mereka menggunakan penutup pemisah antara isi dan penutup jarnya, jadi mencegah berhamburan saat dibuka. Banyak yang bilang saat dibuka kayak pudding, memang benar sih saat dicolek gelnya agak membal seperti kita mencolek pudding dengan tangan.

 

Saya kurang suka dengan wanginya, seperti lem glukol. Juga ga ada spatula jadi ngambilnya kurang higienis. Warna kemasan jar nya juga mengingatkan sama barang china KW/oplosan (no offense). Lalu hasil penggunaannya? Disini klaimnya adalah mencerahkan, melembabkan, dan menyamarkan tanda-tanda penuaan dini. Sejujurnya penggunaan masih kurang dari seminggu tapi hanya mendapat efek melembabkan, mencerahkan belum ada (tapi wajah jadi ga terlalu kusam sih sekarang), dan saya ga terlalu memperhatikan apakah garis-garis halus saya tersamarkan atau tidak. Oh iya waktu awal-awal penggunaan saya sempat gatal-gatal sebentar (mungkin karena efek produk sebelumnya) tapi sekarang ga terlalu mengganggu sih dan sifatnya sementara. Purchase? Hmm maybe…

 

Package: 3/5

Contain/useful: 3/5

Price: $$

0

[REVIEW] Paquito Spring Blossom Body Wash

Rasanya udah lama juga ya ga review body wash. Iseng banget beli ini walaupun sebenarnya berbulan-bulan lamanya pelototin karena penasaran wangi dan rasanya kayak gimana. Semua produk ini bunga-bunga, ga jual wangi buah atau netral seperti cuma kandungan milk/susu kayak produk luaran sana. Entah kenapa untuk produk yang satu ini kebanyakan orang-orang lebih ke sabun batangnya di banding sabun cair. Nah mari kita eksekusi produk ini hehehe.

Teksturnya kental dengan warna pink. Tadinya saya mengira body wash ini wanginya bunga mawar tapi sepertinya saya ga menemukan wangi mawar tersebut. Malah tertutup dengan wangi seperti bedak talc bayi. Mungkin karena di negara Indonesia cuma punya 2 musim jadi ga tau rasanya menikmati aroma musim semi kaya gimana hahaha. Kurang lebih kayak gini ya wanginya. Cukup bikin ‘wake up morning call’. Tapi sumpah segar banget! Smooth banget waktu ditaruh di badan dan busanya melimpah ruah. Bagusnya ngambil ini sedikit aja. Ketahanan sih so-so ya soalnya ilang lagi beberapa menit kemudian. Melembabkan mungkin hanya pas pemakaian, selebihnya sih ga terlalu wow atau bagaimana :/

 

Package: 3.5/5

Contain/useful: 4.75/5

Price: $

0

[REVIEW] Garnier Light Complete Speed White – Yogurt Sleeping Mask

Hualow! Review saya hari ini adalah salah satu line terbaru dari Garnier. Syukurlah lagi-lagi dapat tester dari Yukcoba.in (biasanya gagal maning kalau disini, berhubung produk yang ini gila-gilaan ngasih kuotanya jadi saya termasuk salah satunya dikirimin) jadi saya menghemat di akhir bulan buat keperluan skincare hehehe. Masker itu udah jadi rutinitas krusial saya, bagi sebagian orang mungkin maskeran bukan lah hal yang musti masuk daily take care (at least penggunaannya 1-2 bulan sekali). Tapi buat saya yang kulitnya kusam dan berkomedo, saya perlu menggunakannya. Tergantung dari mana jenis dan bahan maskernya, sampai saya bermukim di daerah mana. Masker sendiri ada banyak macam jenisnya seperti sheet mask, peel-off, wash-off, rubber mask, dll. Tekstur juga ada yang macam-macam, seperti: clay, cream, gel, kombinasi dengan scrub, dll. Sleeping mask adalah salah satunya dan sesuai namanya penggunaannya pun digunakan malam hari dan dibilas setelah bangun di pagi hari.

 

 

Pertama kali dibuka dapat bungkusan yang menutupi box produk tersebut. Di dalam bungkus terdapat keterangan produk dalam 2 bahasa sedangkan di boxnya hanya ada keterangan dalam bahasa Indonesia saja. Tubenya simple saat dibuka, saat dikeluarkan isinya teksturnya cair dan tidak terlalu creamy (walau berbahan dasar yogurt) jadi harus hati-hati dalam menuangkan. Saat dioleskan makin tambah terasa cairnya jadi blendable. Wanginya sedikit yogurty tapi lebih ke dominan lemon.

 

 

Pas pertama dipakai ada perasaan sedikit gatal dan gak nyaman karena kurang cepat meresap.  Ternyata pas saya baca lagi, produk ini dari range line yang sama dengan Garnier Super Essence. Pengalaman dari essence tersebut rasanya ga enak, kandungan vitamin C nya tinggi sekali membuat wajah saya gatal-gatal dan besoknya tumbuh beberapa jerawat batu. Berharap keesokannya tidak terjadi apa-apa. Dan syukurlah tidak terjadi yang diharapkan. Wajah saya terasa lembab dan lembut walaupun ini rangkaian White Speed tapi saya belum merasa wajah menjadi cerah setelah menggunakan sleeping mask ini. Akan berlanjut kalau hasil mencerahkannya mulai kelihatan.

 

Packaging: 3.5/5

Contains/Useful: 4.25/5

Price: $