0

[REVIEW] Palmolive Body Butter

Halo semuanya kali ini saya akan membahas salah satu barang yang saya beli dari post sebelumnya. Yang pengen saya coba adalah… Palmolive Body Butter. Namanya agak rancu sih karena saya berpikir ini adalah body lotion ga taunya body wash, hmmm. Namun dijelaskan dari keterangannya mempunyai scrub. Jadi produk apakah ini?

Untuk packagingnya besar ya, kurang tahu apakah ada ukuran travel friendlynya. Wanginya benar-benar saya sukai dan bakal menjadi favorit saya, coconut dan vanilla. Bayangkan aja wangi ini nempel diseluruh tubuh sepanjang hari dan saat melakukan bilas. Ternyata dinamakan body butter karena teksturnya benar-benar seperti body butter versi pemakaian untuk melembabkan  badan. Body wash ini juga daya lembabnya besar walau ga se-intens body wash varian lain yang cair banget (tanpa embel-embel butter). Soalnya saya belum terbiasa dengan kelembaban yang intens, kalo dikeringkan dengan handuk kayak minyak alami ditubuh masih nempel. Kesannya malah kayak belum mandi. Tekstur scrubnya ga kasar banget, mirip dengan Klinsen yang merah. Overall bakal beli karena bisa dipakai buat sehari-hari dan kelembabannya tinggi.

 

Packaging: 4.5/5

Useful/contain: 4/5

Price: $

Advertisements
0

[REVIEW] JD.ID’s Shopping Experience

Halo semua, kali ini ada yang berbeda dari thiny with beauty. Yup kali ini review salah satu e-commerce yang ada di Indonesia dan belum pernah saya coba sebelumnya (malah belum pernah dengar -_-). Itu karena saya menemukan ini di iklan saat membuka web (lupa di Yahoo mail atau hi.fo search engine). Saya mencobanya karena saat membuka beberapa produk di webnya harga sangat lumayan jauh drastis dengan di supermarket kalau beli barang grosiran (apalagi mini market hmmm beda jauh la yaw~). Ketika itu saya memesan 3 refill sabun mandi cair Palmolive, 1 botol sabun cair Palmolive, 1 pack masker penutup mulut, 2 bungkus odol Colgate. Dengan total harga yang menurut saya sangat terjangkau plus free ongkir, siapa yang ga tergiur?

Next pengalaman belanja dan pengantaran pesanan. Pengiriman memakan waktu 2-3 hari. Berhubung berdekatan dengan Idul Adha, saya sudah pasrah bakalan datang next habis liburan. Ga taunya paket datang H-1, sang kurir berusaha menghubungi saya (tapi saya ga ngangkat karena nomor ga dikenal dan juga melalui WA) karena pastinya dia tidak tau alamat persisnya dimana. Lalu akhirnya mencoba mengirim text ke saya dengan mengatakan barang sudah sampai lengkap dengan foto orang yang menerimanya. Saya pikir service sang kurir benar-benar baik, membuat saya berpikir ingin belanja lagi disini. Oh iya berikut adalah foto barang-barang yang saya beli di JD.ID beserta bukti pembayarannya (fraktur pembelanjaan).

Haa the box is so cute. I can use this for another my collection thing 😀

OH I have another experience with this shop. Jadi kejadiannya saya bayar lewat tenggat dari waktu yang ditetapkan. Karena belanjaannya ga diproses, saya melakukan klaim ke CS mereka, setelahnya mereka menyarankan kirim bukti pembayaran ke email yang dirujuk. Sesuai yang dijanjikan prosesnya memang agak lama untuk refund 3-5 hari, entah berpengaruh dengan merk bank yang dipunya, uang yang saya belanjakan balik 3 hari. Overall belanja disini menyenangkan banget, apalagi suka ada promo mingguan, promo diskon barang-barang kece setiap Senin (ga setiap Senin juga jadi keep watching!), promo berdasarkan brand, atau promo berdasarkan event-event tertentu (biasa karena hari nasional). Beli di JD.ID dijamin ori!

 

 

0

[REVIEW] Suave Daily Clarifying Shampoo

Hello hello! Welcome back in thiny with beauty. Kali ini mau share pengalaman clarifying shampoo. Apa sih clarifying shampoo? Shampoo jenis ini biasanya untuk yang mempunyai jenis kulit kepala berminyak, mampu membersihkan rambut lebih baik dibanding jenis shampoo biasanya. Waktu itu sih nonton female daily tentang perawatan untuk rambut berhijab seperti apa. Ternyata kita butuh shampoo jenis clarifying ini sebulan sekali atau dua kali agar residu-residu shampoo yang ditinggalkan juga ‘penyakit’ kepala berhijab seperti ketombe, rambut cepat lepek, juga gampang rontok berkurang seketika. Jadi saya searching jenis-jenisnya and thanks for google now they mentioned directly where I can buy this kind of shampoo. Dari sekian shampoo yang ditawarkan ada 2 merk yang bikin saya tertarik, Suave dan si merk kuda (you know what I mean) but yang merk kuda selain mahal sepertinya banyak yang kurang suka dengan performanya di komentar dan review merk tersebut. Jadi saya pilih ini karena faktor harga dan promo free ongkir saat itu hehehe.

Let’s take a look

 

 

At first saw I’m really surprise because the bottle is very tall than I ever have. Saat dituangkan warna cairannya lebih bening dari yang seharusnya di botol. Wanginya fresh natural seperti di pantai hehe. Saat dibaurkan gampang banget diblend karena teksturnya cair banget jadi harus hati-hati saat menuangkannya walaupun lubangnya lumayan kecil. Hasilnya untuk penggunaan pertama sampai ketiga terasa lepek, tapi kurang tahu sih apakah saya salah treatment jadinya malah lepek. Tapi setelah itu, kulit kepala jadi benar-benar segar, rambut terasa ringan. Kalau ga mau kering harus menggunakan kondisioner setelah itu dan juga hair oil. Will purchase it? Well sepertinya biasa aja karena ga mengurangi ketombe ataupun rambut rontok. Lalu belum mencoba apakah aman digunakan setiap hari (karena takut menjadi kering sekali).

 

Packaging: 4.5/5

Useful/contain: 3/5

Price: $

0

[REVIEW] L’oreal Micellar Water – Refreshing

Setelah ketidakpuasan dengan produk Garnier saya coba produk yang sama affordable (ga juga sih mengingat harganya beda jauh cuma ya sama-sama drug store lah) petualangan mencari pembersih yang ciamik terus berlanjut (macam Journey to the West aja nih). Lalu saya coba beralih ke L’oreal. Sebetulnya saya agak nyesel lagi-lagi (cuma bermodalkan review di Youtube sih), nah apa sih yang bikin saya bete? Sebelum bahas cons-nya kita liat dulu dari segi packagingnya.

 

Untuk ukurannya ibarat Aqua ukuran 600ml, nanggung banget. Banyak yang bilang besar banget, ada juga bilang biasa aja tapi emang susah untuk dibawa ke mana-mana. Ga ada bau apa-apa. Nah ternyata L’oreal juga ada buih-buihnya kalau dikocok-kocok (jujur sekarang tolak ukur saya micellar water yang bagus ga ada buihnya kalau kekocok). Pas saya mencoba menghapus skincare, bau alkoholnya masih terpangaruh (why oh why?) dari sunscreen (hey sunscreen saya ga sejelek itu ya!). Nah sayangnya saya belum mencoba untuk average-heavy makeup untuk melihat seberapa efektif menghapus makeup, dilihat dari berapa kapas yang bakal keangkat. Cuma satu sih bagusnya yaitu sesuai namanya bikin segar (juga karena ini diperuntukkan untuk pemilik kulit oily dan sensitif). Repurchase? Nope, selain harganya mahal dan packagingnya yang bulky, kemampuannya sama seperti micellar water ala-ala. Mending dijadiin toner aja gitu.

 

Packaging: 2.5/5

Useful/contain: 3/5

Price:$$

0

[REVIEW] Garnier Micellar Cleansing Water (for Oily, Acne-Prone Skin)

Tadinya tuh bingung mau review apalagi tapi baru inget udah 3 kali berturut-turut hunting pembersih terus. Maklum cocok-cocokan. Sampai baru sadar, duit lagi seret karena banyak pengeluaran hahaha. Jadilah beli ini mumpung lagi diskon di mini market. Penasaran sih kenapa di FemaleDaily nge-rate so-so ke arah bad sama produk ini. Padahal hampir sebagian produk Garnier yang saya coba not bad kok.

Kita komen dulu packagingnya ya. Yang dijual di mini market ukurannya 250ml which is good buat dibawa kemana-mana. Gak ada bau aneh-aneh tapi bila dikocok cairan ini menimbulkan buih-buih diatasnya (ya kayak deterjen yang tercampur pas nyuci di mesin cuci atau foamnya body wash) such weird micellar water buat saya. Pas digunakan, melembabkan CUMAAAA….yep ada pengecualian saudara-saudara. Bayangin pas bersihin makeup itu lama banget. Kayaknya ada kali 5-6 kapas (itupun juga sudah dibagi 2 kapasnya) buat hapus average makeup, gimana kalau full makeup? I guess this is bad to waterproof makeup even I’m not try it now. Waktu pakai skincare pun dia mengeluarkan bau aneh menyengat. Mungkinkah karena sunscreen saya yang mengandung cukup banyak alkohol? Tapi waktu pakai BioDerma biasa aja, ga ada bau apa-apa. Yah intinya I will not purchase again mengingat performanya yang cukup buruk (sekarang saja tinggal 70% padahal belum sebulan pemakaian). Kayaknya IDR 23,000 terbuang percuma buat pembersih ala-ala.

 

 

Packaging: 5/5

Useful/containt: 2.5/5

Price: 5/5

 

0

[REVIEW] Sari Ayu Hijab Series – Shampoo, Conditioner, Hair Mist

Halo-halo apa kabar? Bulan ini emang belum ada posting apa-apa huhuhu #sad. Maaf baru bisa sekarang. Nah kali ini apa ya yang musti diposting? Kayaknya pencarian perawatan rambut saya belum berakhir apalagi khusus berhijab. Rasanya gampang-gampang susah untuk bisa cocok. Kali ini mau coba produk lokal yang pasti lebih mengerti keadaan musim dan cuacanya, apalagi mayoritas wanita Indonesia Islam dan hampir sebagian menggunakan hijab.

Dari packaging suka sih gampang digenggam jadi saat mengeluarkan isinya gampang (compact). Oh iya untuk shampoo saya coba yang khusus hair fall ya, ingin menakar keampuhannya. Agak dibedakan sih warnanya. Walaupun wadahnya ungu tapi cairannya hijau. Wanginya sih lumayan lembut khas shampoo-shampoo cewek. Hasil akhirnya rambut ringan karena dari kacang-kacangan (seperti kacang polong dan kedelai) jadi secara ga langsung bahannya natural, ga bikin kering. Tapi untuk mengurangi rambut rontok belum terlalu keliatan.

Lanjut ke pelembut rambut alias kondisioner. Jujur sih agak susah mengeluarkannya karena lumayan kental, padahal saat dibaurkan teksturnya ga kental-kental amat sih. Wanginya agak menggelitik soalnya selain ada aloe vera dan mangkokan mereka menambahkan cabe dan mint. Cabe? Iya! Bayangin aja sensasinya kayak gimana. Saat dikulit kepala ga pedas-pedas amat kok atau ada sensasi kebakar. Pertama pemakaian sih ngelembabin lumayan bisa gantiin hair mask biasa dipakai tapi makin kesini kayaknya kurang manfaatnya. Entah seberapa kurang cairan yang harus saya pakai ke rambut, nyatanya jadi boros (belum ada sebulan kayaknya udah mau habis nih).

Untuk hair mistnya cukup unik biasanya sih warnanya bening tapi untuk Sari Ayu warnanya hijau. (suka banget dengan warnanya!) Jujur sih pas disemprotkan agak kurang suka soalnya sama seperti kondisionernya, tapi disini wangi cabe dan campuran tumbuhan lainnya menyengat banget buat saya (rempah-rempah sih tapi masuknya kurang enak). Ada sensasi pedas kalau kena kulit (soalnya pernah leher hehehe). Kalau buat wangi-wangian kurang bagus ya. Buat melembutkan atau bikin shiny rambut juga enggak. Jadi big nope…

Overall, produk SariAyu Intense Hijab ataupun Hijab series ini adalah salah satu gimmick. Pada akhirnya buat yang berhijab ga perlu buat beli produk khusus berhijab. Cukup dengan produk perawatan rambut favoritmu yang sekarang aja udah cukup kok 🙂

 

Packaging: 3.5/5

Contain/useful: 4/5

Price: $

0

[REVIEW] Mineral Botanica BB Cream – Natural

Hello August and welcome to thinywithbeauty! Ada yang ngerasa sudah musim pancaroba? Siang hari menjadi terasa panjang dengan ditandai panas menyengat hingga sore hari dan malam yang dingin menusuk sampai-sampai tengah malam anginnya kencang banget? Nah itulah kira-kira tandanya. Selalu jaga kesehatan ya…apalagi debu-debu yang beterbangan saat jalanan penuh kendaraan. Kali ini saya mau coba produk lokal aseli buatan kota kembang alias Bandoeng (which is make me surprise when know it). Suka banget ama packagingnya mengingatkan saya sama The Body Shop, ya sejenis creulty free gitu (waktu tau brand ini dari Female Daily dan introduce one by one produknya), apalagi mereka adalah satu-satunya brand lokal yang bikin cushion lho jadi tambah penasaran nih. Satu lagi sih produknya yang bikin penasaran yaitu brush set-nya yang mengingatkan saya dengan Eco Tools. Berhubung saya beli yang seperlunya saat mau tampilan lebaran kemarin, saya beli ini dan micellar waternya.

 

Bentuknya mengingatkan saya sama Maybelline BB Cream, lumayan handy jadi cocok dibawa travelling. Untuk warna hanya tersedia 2 saja, natural dan beige. Agak susah mencari shadenya karena tidak tercantum ditube plastiknya langsung tapi stiker barcode plastik luar. Saat dikeluarkan lumayan padat tapi saat dibaurkan di wajah, sangat-sangat cair. Saking cairnya agak susah menyatu dengan wajah. Benar-benar aneh. BB Cream pertama yang menurut saya agak susah mengikuti warna wajah, ya cairannya seperti terpisah-pisah begitu. Perlu waktu yang agak lama buat meresap ke kulit dan menyesuaikannya dengan warna wajah. Hasilnya? Walau sebentar, kulit saya kelpliket (lengket), gampang terhapus, no oil control I assume. Daripada BB Cream lebih tepatnya saya menyebutnya CC Cream (mereka punya CC Cream lho, I wonder what exactly their cc cream product) karena ga ada perubahan apapun pada wajah saya (atau mungkin warna kulit saya yang keputihan?) sehingga ya musti ditutupi dengan concealer dan foundation. So I think it’s big no-no buat barang ini tapi ga menutup kemungkinan nyoba barang yang lain, terlebih lumayan mahal untuk 25ml (saya beli sekitar 50K waktu itu).

 

 

Packaging: 3/5

Contain/useful: 2/5

Price: $