0

[REVIEW] L’oreal Micellar Water – Refreshing

Setelah ketidakpuasan dengan produk Garnier saya coba produk yang sama affordable (ga juga sih mengingat harganya beda jauh cuma ya sama-sama drug store lah) petualangan mencari pembersih yang ciamik terus berlanjut (macam Journey to the West aja nih). Lalu saya coba beralih ke L’oreal. Sebetulnya saya agak nyesel lagi-lagi (cuma bermodalkan review di Youtube sih), nah apa sih yang bikin saya bete? Sebelum bahas cons-nya kita liat dulu dari segi packagingnya.

 

Untuk ukurannya ibarat Aqua ukuran 600ml, nanggung banget. Banyak yang bilang besar banget, ada juga bilang biasa aja tapi emang susah untuk dibawa ke mana-mana. Ga ada bau apa-apa. Nah ternyata L’oreal juga ada buih-buihnya kalau dikocok-kocok (jujur sekarang tolak ukur saya micellar water yang bagus ga ada buihnya kalau kekocok). Pas saya mencoba menghapus skincare, bau alkoholnya masih terpangaruh (why oh why?) dari sunscreen (hey sunscreen saya ga sejelek itu ya!). Nah sayangnya saya belum mencoba untuk average-heavy makeup untuk melihat seberapa efektif menghapus makeup, dilihat dari berapa kapas yang bakal keangkat. Cuma satu sih bagusnya yaitu sesuai namanya bikin segar (juga karena ini diperuntukkan untuk pemilik kulit oily dan sensitif). Repurchase? Nope, selain harganya mahal dan packagingnya yang bulky, kemampuannya sama seperti micellar water ala-ala. Mending dijadiin toner aja gitu.

 

Packaging: 2.5/5

Useful/contain: 3/5

Price:$$

Advertisements
0

[REVIEW] Garnier Micellar Cleansing Water (for Oily, Acne-Prone Skin)

Tadinya tuh bingung mau review apalagi tapi baru inget udah 3 kali berturut-turut hunting pembersih terus. Maklum cocok-cocokan. Sampai baru sadar, duit lagi seret karena banyak pengeluaran hahaha. Jadilah beli ini mumpung lagi diskon di mini market. Penasaran sih kenapa di FemaleDaily nge-rate so-so ke arah bad sama produk ini. Padahal hampir sebagian produk Garnier yang saya coba not bad kok.

Kita komen dulu packagingnya ya. Yang dijual di mini market ukurannya 250ml which is good buat dibawa kemana-mana. Gak ada bau aneh-aneh tapi bila dikocok cairan ini menimbulkan buih-buih diatasnya (ya kayak deterjen yang tercampur pas nyuci di mesin cuci atau foamnya body wash) such weird micellar water buat saya. Pas digunakan, melembabkan CUMAAAA….yep ada pengecualian saudara-saudara. Bayangin pas bersihin makeup itu lama banget. Kayaknya ada kali 5-6 kapas (itupun juga sudah dibagi 2 kapasnya) buat hapus average makeup, gimana kalau full makeup? I guess this is bad to waterproof makeup even I’m not try it now. Waktu pakai skincare pun dia mengeluarkan bau aneh menyengat. Mungkinkah karena sunscreen saya yang mengandung cukup banyak alkohol? Tapi waktu pakai BioDerma biasa aja, ga ada bau apa-apa. Yah intinya I will not purchase again mengingat performanya yang cukup buruk (sekarang saja tinggal 70% padahal belum sebulan pemakaian). Kayaknya IDR 23,000 terbuang percuma buat pembersih ala-ala.

 

 

Packaging: 5/5

Useful/containt: 2.5/5

Price: 5/5

 

0

[REVIEW] Sari Ayu Hijab Series – Shampoo, Conditioner, Hair Mist

Halo-halo apa kabar? Bulan ini emang belum ada posting apa-apa huhuhu #sad. Maaf baru bisa sekarang. Nah kali ini apa ya yang musti diposting? Kayaknya pencarian perawatan rambut saya belum berakhir apalagi khusus berhijab. Rasanya gampang-gampang susah untuk bisa cocok. Kali ini mau coba produk lokal yang pasti lebih mengerti keadaan musim dan cuacanya, apalagi mayoritas wanita Indonesia Islam dan hampir sebagian menggunakan hijab.

Dari packaging suka sih gampang digenggam jadi saat mengeluarkan isinya gampang (compact). Oh iya untuk shampoo saya coba yang khusus hair fall ya, ingin menakar keampuhannya. Agak dibedakan sih warnanya. Walaupun wadahnya ungu tapi cairannya hijau. Wanginya sih lumayan lembut khas shampoo-shampoo cewek. Hasil akhirnya rambut ringan karena dari kacang-kacangan (seperti kacang polong dan kedelai) jadi secara ga langsung bahannya natural, ga bikin kering. Tapi untuk mengurangi rambut rontok belum terlalu keliatan.

Lanjut ke pelembut rambut alias kondisioner. Jujur sih agak susah mengeluarkannya karena lumayan kental, padahal saat dibaurkan teksturnya ga kental-kental amat sih. Wanginya agak menggelitik soalnya selain ada aloe vera dan mangkokan mereka menambahkan cabe dan mint. Cabe? Iya! Bayangin aja sensasinya kayak gimana. Saat dikulit kepala ga pedas-pedas amat kok atau ada sensasi kebakar. Pertama pemakaian sih ngelembabin lumayan bisa gantiin hair mask biasa dipakai tapi makin kesini kayaknya kurang manfaatnya. Entah seberapa kurang cairan yang harus saya pakai ke rambut, nyatanya jadi boros (belum ada sebulan kayaknya udah mau habis nih).

Untuk hair mistnya cukup unik biasanya sih warnanya bening tapi untuk Sari Ayu warnanya hijau. (suka banget dengan warnanya!) Jujur sih pas disemprotkan agak kurang suka soalnya sama seperti kondisionernya, tapi disini wangi cabe dan campuran tumbuhan lainnya menyengat banget buat saya (rempah-rempah sih tapi masuknya kurang enak). Ada sensasi pedas kalau kena kulit (soalnya pernah leher hehehe). Kalau buat wangi-wangian kurang bagus ya. Buat melembutkan atau bikin shiny rambut juga enggak. Jadi big nope…

Overall, produk SariAyu Intense Hijab ataupun Hijab series ini adalah salah satu gimmick. Pada akhirnya buat yang berhijab ga perlu buat beli produk khusus berhijab. Cukup dengan produk perawatan rambut favoritmu yang sekarang aja udah cukup kok 🙂

 

Packaging: 3.5/5

Contain/useful: 4/5

Price: $

0

[REVIEW] Mineral Botanica BB Cream – Natural

Hello August and welcome to thinywithbeauty! Ada yang ngerasa sudah musim pancaroba? Siang hari menjadi terasa panjang dengan ditandai panas menyengat hingga sore hari dan malam yang dingin menusuk sampai-sampai tengah malam anginnya kencang banget? Nah itulah kira-kira tandanya. Selalu jaga kesehatan ya…apalagi debu-debu yang beterbangan saat jalanan penuh kendaraan. Kali ini saya mau coba produk lokal aseli buatan kota kembang alias Bandoeng (which is make me surprise when know it). Suka banget ama packagingnya mengingatkan saya sama The Body Shop, ya sejenis creulty free gitu (waktu tau brand ini dari Female Daily dan introduce one by one produknya), apalagi mereka adalah satu-satunya brand lokal yang bikin cushion lho jadi tambah penasaran nih. Satu lagi sih produknya yang bikin penasaran yaitu brush set-nya yang mengingatkan saya dengan Eco Tools. Berhubung saya beli yang seperlunya saat mau tampilan lebaran kemarin, saya beli ini dan micellar waternya.

 

Bentuknya mengingatkan saya sama Maybelline BB Cream, lumayan handy jadi cocok dibawa travelling. Untuk warna hanya tersedia 2 saja, natural dan beige. Agak susah mencari shadenya karena tidak tercantum ditube plastiknya langsung tapi stiker barcode plastik luar. Saat dikeluarkan lumayan padat tapi saat dibaurkan di wajah, sangat-sangat cair. Saking cairnya agak susah menyatu dengan wajah. Benar-benar aneh. BB Cream pertama yang menurut saya agak susah mengikuti warna wajah, ya cairannya seperti terpisah-pisah begitu. Perlu waktu yang agak lama buat meresap ke kulit dan menyesuaikannya dengan warna wajah. Hasilnya? Walau sebentar, kulit saya kelpliket (lengket), gampang terhapus, no oil control I assume. Daripada BB Cream lebih tepatnya saya menyebutnya CC Cream (mereka punya CC Cream lho, I wonder what exactly their cc cream product) karena ga ada perubahan apapun pada wajah saya (atau mungkin warna kulit saya yang keputihan?) sehingga ya musti ditutupi dengan concealer dan foundation. So I think it’s big no-no buat barang ini tapi ga menutup kemungkinan nyoba barang yang lain, terlebih lumayan mahal untuk 25ml (saya beli sekitar 50K waktu itu).

 

 

Packaging: 3/5

Contain/useful: 2/5

Price: $

0

[REVIEW] Dove Deep Pure Oil Control Facial Cleanser

Hello girls, kali ini produk yang saya coba adalah produk pembersih muka dari Dove. Awal kemunculan barang ini pas bulan ke-4 tahun 2017. Lagi-lagi nunggu diskonan supaya bisa terjangkau kebeli hahaha dan itu di mini market (pertamanya liat di etalase L**** Mart tapi lumayan harganya dibanding dengan saya yang dapatkan sekarang). Ada 3 varian kalau ga salah, yang biru untuk normal/sensitif, yang pink/peach untuk yang kering. Nah saya pilih yang hijau karena punya wajah kombi, oily-normal.

 

Suka sih sama packagingnya khas Dove kelihatan mewah. Baunya juga enak (tadinya berpikir wangi timun, ga tau pas dilihat bahannya ada kandungan coconut acid). Yang membedakan facial cleanser ini dengan yang lainnya adalah kandungan micro puffnya, berbeda dengan scrub mereka jauh lebih kecil jadi wajah jauh lebih bersih. Meski begitu teksturnya semi gel, jadi harus hati-hati saat mengeluarkan (ga perlu tenaga maksimal kayak kita ngeluarin isi odol).

Hasilnya? Sama seperti memakai Hada Labo Tamago hada facial foam, wajah jadi lembut, lembab, sedikit kenyal dan jauh lebih berkurang minyaknya. Oil controlnya juga bagus (ada lebih dari 5 jam). Diperhatikan lagi karena ada kandungan Nutrium Moisture Beauty Serum, bahan ini menyebabkan wajah menjadi lebih lembab. Purcahse? Oke banget apalagi kalau dibawa ke daerah panas pas lah dan yang pasti bye-bye buat sabun wajah ang bikin kering kerontak dan ketarik-tarik 😀

Packaging: 5/5

Contain/useful: 4.5/5

Price: $

 

0

[REVIEW] Bio Hair Tonik Rambut

 

Hampir sebulan ya ga pernah review dan setelah balik dari kampung halaman (bapak) akhirnya bisa nulis-nulis lagi, kangeeen banget! Habisnya di sana internetnya lelet (padahal nyolong dari bocoran hotspot cafe hahaha) kalau mau kencengan dikit musti main ke alun-alun which is keluar ongkos transport lagi kan sayang (maklum rumahnya sering ditinggal jadi keluar ongkos makan lagi. Berasa ngekos di 2 tempat ga sih?). Any way daripada pusing mikirin jaringan internet, kita bahas lagi dah apa-apa aja hasil rampokan dari sana. Maklum ya walau udah bawa alat perang makeup teteup aja ada yang berasa kurang (palagi saya baru dapat duit THR H-2 huiks T_T ), walau rame tetep aja dijabanin.

Kali ini saya mau bahas hair tonic (sebenarnya banyak hasil simpenan makeup/skincare yang dibahas, nanti saya posting satu-satu ya…nyicil ceritanya). Saya beli ini berdasarkan hasil review blogger lain yang merasa nasib rambutnya sama kayak saya, RONTOK. Ya semenjak pakai hijab, saya ga menyangka bakal dapat faktor menjengkelkan sekaligus nyusahin ini. Selain saya ga mempersiapkan dengan baik dalam berhijab seperti pakaian (ortu emang nyuruh tapi ga modalin anaknya buat punya pakaian panjang). Walau setiap kali panjang langsung potong rambut, hasilnya tetep sia-sia. Bahkan ketika mahasiswa keadaannya lebih parah. Dulu sih aman-aman berenang, mungkin karena saya berenang di pemandian air panas, kaporit serta panasnya air menyebabkan rambut saya kasar seperti sapu ijuk. Seketika saya stres bukan kepalang. Segala yang berbau anti-hair fall saya beli (shampoo, hair vitamin, kondisioner, hair tonic, dll.) tapi ga ada satupun yang merasa berkurang tingkat kerontokannya. Jadi stelah membaca review ini saya rasa ga ada salahnya mencoba.

 

Rata-rata hair tonic yang pernah saya pakai emang produk lokal mulai dari Neriel, Rudy Hadisuwarno, Natur, dan ini yang terbaru yang saya coba. Yang membedakan adalah ini produk organik atau natural. Baunya herbal jadi ga heran dah, ada yang bilang kayak jamu (oh iya saya beli yang wangi floral, ga tau apakah yang original baunya sama). Packagingnya cukup besar, warnanya kecoklatan seperti rebusan air daun sirih. Botolnya plastik (agak ringkih menurut saya), disini letak ketidak praktisannya. Mereka menggunakan corong kerucut pada penutupnya tetapi saat dicoba tidak keluar cairannya. Ternyata ada tutup sumbat yang terbuat dari gabus didalamnya saat dibuka dan diputar. Belum cukup sampai disitu, tutup kerucutnya pun disumbat pakai lilin jadi harus dilubangi manual seperti jarum agar lilinnya tergerus. Ya walaupun jadinya bagus, saat dituang cairan tidak kemana-mana.

Hasilnya bagaimana? Sudah sebulanan pakai dengan frekuensi pemakaian yang cukup banyak (saya baca ada yang pakai sehari 3 kali jadi dicoba, walau pass juga karena lupa) tapi belum ada perubahan signifikan. Perubahan hanya rambut bertambah panjang beberapa sentimeter, selebihnya masih RONTOK saudara-saudara. Kesimpulan? Not repurchase, selain karena mahal juga belum bisa mengurangi kerontokan rambut saya (yang tingkat parah ini, apa saya harus habisin rambut saya aka botakin rambut saya supaya sehat dan kembali normal seperti masa-masa kejayaan saya dulu? Pas jaman anak-anak maksudnya). Terlebih botolnya agak mengganggu, mungkin kalau kesenggol dikit dan lupa tutup kembali pakai sumbat saya jamin bakal bleber kemana-mana.

 

Packaging: 2/5

Contain/useful: 3/5

Price: $$

 

 

 

0

[REVIEW] BIORE UV Aqua Rich Watery Essence SPF 50+ PA++++ (2017 ver.)

Musim kemarau sudah dimulai! Bukan berarti batal puasa ditengah-tengah ya, kita musti kuat melakukannya (kecuali yang lagi period day ya..). Musim kemarau selain identik dengan puasa dan liburan sekolah, juga dengan matahari yang menyengat ga peduli daerah panas dan dingin. Juga ga ada pengecualian baik outdoor maupun indoor. Kenapa? Matahari juga bisa tembus melalui jendela tanpa harus merasakan panas di dalam ruangan. Terlebih ternyata tanpa sunscreen flek-flek hitam akan muncul diusia 30 tahun ke atas dan penuaan dini lainnya. Nah ga mau sampai terjadi dengan kalian kan?

 

 

 

Sunscreen yang satu ini memang hip banget di kalangan pecinta skincare dan di negeri asalnya sendiri, Jepang. Ngomong-ngomong kenapa ada embel-embel 2017 version? Rupanya formula-nya berubah selain memang menangkal sinar UV A/B ternyata mengklaim ditambah dengan sweatproof dan waterproof, jadi kalau keringatan ga gampang kehapus deh. Nah penasaran kan kayak gimana produk ini? Yuk kita bahas.

Waktu dapat barangnya sih untungnya ada keterangan bahasa Indonesia jadi memudahkan kita akan penjelasan produk ini (walau di tubenya pakai bahasa Jepang). Bentuknya tube, dengan tutup ulir. Warnanya sedikit kekuningan (karena mengandung ekstrak jeruk, tutti fruti, dan anggur), wanginya pun seperti jeruk. Saat dibaurkan, saya pikir bakalan thick sama saat seperti dikeluarkan (padahal kalau dipikir-pikir SPFnya cukup tinggi). Ga taunya hanya satu kali sapuan, krimnya menyerap cepat kewajah jadi saya harus keluarkan cukup banyak ke wajah, artinya ga lengket di wajah. Bisa dibilang menghemat waktu untuk ke tahap skincare selanjutnya. Bagaimana dengan hasilnya? Saya bagi 2 kejadian berbeda karena occasion atau keperluannya berbeda:

  1. Saat mengetes ketahanan keringat, saya ada berjalan kaki sepanjang 5km lebih. Waktu itu saya lagi puasa dan sore hari (sekitar jam 3 ke bawah) buat cari makan juga takjil (frekuensi 2 -3 jam di jalanan, ya saya jalan kaki jadi bayangin panasnya gimana). Ga nyangka sih sunscreen tersebut tetap keep padahal ga hanya udaranya, badan saya ikutan panas otomatis temperatur badan saya naik dong. Tapi sunscreen ini ga hilang saat menyeka keringat dekat ubun-ubun rambut jidat. Sweatproof test, success!
  2. Saat kebawa tidur setelah salat tarawih dan isya, saya ga merasa kepliket sama sekali padahal pemakaian dari pagi atau sore hari. Dipakai wudhu pun ga gampang bubar jadi kalau mau untuk menghilangkannya pakai facial wash. Padahal panas badan juga lagi naik saat dibawa tidur tapi wajah ga greasy sama sekali. Oil control & waterproof test, success!

Intinya saya cocok dengan produk ini. Saya dengar banyak banget yang kurang cocok sama Biore sunscreen karena mengandung alkohol yang tinggi. Jadi buat yang punya kulit sensitif harus hati-hati pakai ini (dalam beberapa kasus saya pernah baca ada yang dapat jerawat gede-gede, kemasukkan mata ga berhenti rasa perihnya, dll). Jadi kalau kalian kurang pasti mending liat review dari berbagai reviewer lain atau bisa melihat kandungan sunscreen di sini:

 

IMG_20170524_153344

 

Packaging: 4/5

Contain/useful: 5/5

Price: $$